Beirut (KABARIN) - Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa negaranya akan melanjutkan negosiasi bilateral dengan Israel guna mengakhiri permusuhan dan memulihkan kedaulatan Lebanon.
Negosiasi tersebut akan dipimpin oleh delegasi Lebanon yang diketuai Duta Besar Simon Karam, tanpa keterlibatan pihak lain dalam perwakilan resmi negara itu.
“Negosiasi bilateral akan dipimpin oleh Lebanon melalui delegasi yang diketuai oleh Duta Besar Simon Karam,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Lebanon, Senin (20/4).
Karam disebut sebagai diplomat berpengalaman yang pernah memegang sejumlah posisi dalam pemerintahan sipil serta terlibat dalam berbagai proses negosiasi internasional.
Pembahasan dalam negosiasi itu mencakup penghentian permusuhan, penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon, serta penempatan tentara Lebanon di perbatasan yang diakui secara internasional.
Aoun juga disebut telah melakukan komunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyatakan dukungan terhadap upaya gencatan senjata dan proses negosiasi damai tersebut.
“Kita dihadapkan pada pilihan: melanjutkan perang atau merundingkan akhir konflik. Saya memilih jalur negosiasi,” kata Aoun.
Sebelumnya, Trump menyebut adanya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara pihak terkait sebagai langkah awal menuju perdamaian. Sementara itu, Israel dikabarkan akan mempertahankan zona penyangga di wilayah selatan Lebanon.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026